Minggu, 12 Oktober 2014

Individu berasal dari kata individum (Latin), Yaitu satuan kecil yang tidak dapat dibagi lagi. 

Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri.

Opini saya : individu merupakan unit terkecil dalam kehidupan sosial baik itu dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


pengertian pertumbuhan & faktor yg mempengaruhinya

Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, dan lebih dewasa.


Opini saya: melihat statement ini, sudah menjadi sebuah kewajaran bahwasanya pertumbuhan dan perkembangan tiap orang berbeda dan khas karena melibatkan aspek lahir dan batin seseorang itu sendiri.
 

Dalam membahas pertumbuhan itu bermacam-macam aliran, namun pada garis besarnya dapat di golongkan ke dalam tiga faktor, yaitu:

Pendirian Nativistik, Menurut para ahli dari golongan ini menunjukkan berbaagai kesempatan ataukemiripan antaraorang tua dengan anaknya.Misalnya dengan adanya suatu keahlian yanga dimiliki oleh salah atu orang tua maka kemungkinan besar sang anak pun akan memiliki keahlian yang sama.

Pendirian Empiristik dan environmentalistik, Pendirian ini berlawanan dengan pendirian nativistik. Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mataa tergantung pada lingkungan, sedang dasar tidak berperan sama sekali.

Pendirian konvergensi dan interaksionisme, Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Opini saya : Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yang umumu adalah karena faktor keluarga yang melibatkan peran orang tua langsung, lingkungan, dan interaksi si individu dengan lingkungannya.



Masa sosial atau remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian masyarakat karena mempunyai sifat khas dan yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakatnya. Peranan manusia dewasa harus hidup dalam alam kultur dan harus dapat menempatkan dirinya, diantara nilai-nilai itu maka perlu mengenal dirinya sebagai pendukung maupun pelaksana nilai-nilai tersebut. 

Untuk itulah maka ia harus mengarahkan dirinya agar dapat menemukan diri , meneliti sikap hidup yang lama dan mencoba-coba yang baru agar dapat menjadi pribadi dewasa.

Pengertian fungsi keluarga

Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini dalam hubungannya dengan perkembangan individu sering dikenal dengan sebutan primary group. 

Kelompok inilah yang melahrikan individu dengan berbgai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat.

Keluarga merupakan gejala universal yang terdapat dimana-mana di dunia ini. 

Opini saya :
Sebagai gejala yang universal, keluarga mempunyai Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu. 

Macam-macam fungsi keluarga adalah:

Fungsi Biologis
Dengan fungasi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya.

Dengan persiapan seperti ini dapat terbentuk keluarga yang harmonis dan berpengaruh baik bagi kehidupan bermasyarakat.

Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya terlindung dari gangguan-gangguan sebagai berikut:

Gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah
Gangguan penyakit dengan menyediakan obat-obatan
Gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata, pagar, tembok.

Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyediakan kebutuhan yang pokok, yaitu :
Kebutuhan makan dan minum
Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya
Kebutuhan tempat tinggal

Fungsi Keagamaan
Dengan dasar pedoman ini keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila sudah dewasa yag disebut sosialisasi. 

Dalam fungsi ini juga harus ada pewarisan kebudayaan dan nilai-nilainya, misalnya : sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik buruknya perbuatan dan lain-lain. Dengan melalui nasihat dan larangan, orang tua menyampaikan norma-norma hidup tertentu dalam bertingkah laku.

pengertian masyarakat

 Masyarakat adalah suatu istilah yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, ada masyarakat kota, masyarakat desa, masyarakat ilmiah, dan lain-lain. Dalam bahas Inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata latin socius, yang berarti “kawan” istilah masyarakat itu sendiri berasal dari akar kata Arab yaitu Syaraka yang berarti “ ikut serta, berpartisipasi”

Peter L Berger, seorang ahlisosiologi memberikan definisi masyarakat sebagai beriktu : “ masyarakat merupakan suatu keseluruhan komplkes hubungan manusia yang luas sifatnya.”. Koentjaraningrat dalam tulisannya menyatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kesatuan hidup manusiayang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. 

Dalam psikologi sosial masyarakat dinyatakan sebagai sekelompok manusia dalam suatu kebersamaan hidup dan dengan wawasan hidup yang bersifat kolektif, yang menunjukkan keteraturan tingkah laku warganya guna memenuhi kebutuhan dan kepentingan masing-masing. Menilik kenyataan dilapangan, suatu masyarakat bisa berupa suatu suku bangsa, bisa juga berlatar belakang dari berbagai suku.

Kelompok Masyarakat Non Industri dan Industri

Dalam kelompok masyarakat maju, dapat dibedakan lagi menjadi:


Masyarakat non industri
Secara garis besar kelompok ini dapat digolongkan menjadi gua golongan yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Dalam kelompok primer, interaksi antar anggotanya terjdi lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. 

Kelompok ini disebut juga kelompok face to face group. Sifat interaksi bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok ini dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. 

Dalam kelompok sekunder terpaut saling hubungan tidak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu sifat interaksi dan pembagian kerja diatur atas dasar pertimbangan-pertimbagnan rasional objektif. 

Para anggota menerima pembagian kerja atas dasar kemampuan/keahlian tertentu, disamping dituntut target dan tujuan tertentu yang telah ditentukan.

Masyarakat industri, contohnya tukang roti, tukang bubut, tukang sepatu, tukang las, dll.
corak kekeluargaannya berdasarkan interaksi berdasar profit dan kegiatan produksi.

Makna Individu

Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya.

Para ahli Psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai kesatuan. Kegiatan manusia sehari-hari merupakan kegiatan keseluruhan jiwa raganya. Bukan hanya kegiatan alat-alat tubuh saja, atau bukan hanya aktivitas dari kemampuan-kemampuan jiwa satu persatu terlepas daripada yang lain.

apabila kita mengamati sesuatu, maka kita bukan hanya melihat sesuatu dengan alat mata kita saja, melainkan juga seluruh minat, dan perhatian yang kita curahkan kepada objek yang kita amati itu. 

Minat dan perhatian ini sangat dipengaruhi oleh niat dan kebutuhan kita pada waktu itu. Dalam pengamatan suatu objek tersebut keseluruhan jiwa raga kita terlibat dalam proses pengamatan itu, dan tidak hanya indera mata saja.

Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya.
Makna keluarga

Makna Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah grup yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan yang berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Jadi, keluarga dalam bentuk murni merupakan suatu kesatuan sosial mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana dsaja dalam satuan masyarakat manusia.


Makna Masyarakat

Menurut R. Linton masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu keatuan sosial dengan batas-batas tertentu. 

Sedangkan menurut  J.L. Gillin dan J.P. Gillin masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokan yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.

Mengingat definisi masyarakat di atas, maka dapat di ambil kesimpulan, bahwa masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :

Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang.
Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu.
Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

Pengertian Urbanisasi

Urbanisasi: Perpindahan penduduk dari desa ke kota

Proses Terjadinya Urbanisasi


Ada 2 proses terjadinya urbanisasi, yaitu :

“Proses Urbanisasi merupakan Proses Ekonomi”

Negara Sedang Berkembang- urbanisasi pada negara berkembang dimulai sejak PD II, urbanisasi merupakan titik tolak terjadinya industri
kebalikan dari negara industri maju)- penduduk kota meningkat cepat- urbanisasi tidak terbagi rata, semakin besar kotanya, semakin cepat proses urbanisasinya,adanya konsep “Primate City” 

“Proses Urbanisasi Bersifat Demografi” 

Dari uraian di atas, jelas bahwa sejak PD II, proses urbanisasi di negara berkembang terjaditerlebih dulu dan kemudian menjadi titik tolak terjadinya industrialisasi. 



Sumber:
http://agung-aka.blogspot.com/2011/10/bab-3-isd-individu-keluarga-dan.html



















Jumat, 06 Juni 2014

Tugas Portofolio 3 IBD

Manusia dan Keadilan

A. Pengertian Keadilan

1. Definisi Keadilan
Istilah keadilan berasal dari kata adil yang berarti:

Tidak berat sebelah,jujur,tidak berpihak,atau proporsional.

Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan dengan cara tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.

Dari beberapa definisi diatas dapat saya simpulkan bahwa pengertian keadilan adalah semua hal yang berkenan dengan sikap dan tindakan dalam hubungan antarmanusia, keadilan berisi sebuah tuntutan agar orang memperlakukan sesamanya sesuai dengan hak dan kewajibannya, perlakukan tersebut tidak pandang bulu atau pilih kasih, melainkan, semua orang diperlakukan sama sesuai dengan hak dan kewajibannya.

Kesimpulannya adalah sbb:
Adil berarti menerima hak tanpa lebih dan memberikan hak kepada orang lain tanpa kurang.
Memberikan hak kepada yang berhak secara lengkap tidak lebih dan tidak kurang dan memberikan hukuman bagi yang melanggar hukum sesuai dengan kesalahan dan pelanggarannya.

2. Contoh Keadilan 
Contoh dari sikap adil terhadap sesama makhluk adalah memberikan sedekah kepada orang lain, karena diantara rezeki yang kita masih ada hak mereka yang kekurangan secara finansial.

B. Keadilan Sosial
1. Menjelaskan 1 Sila dalam pancasila yang ada hubungnannya dengan keadilan sosial.
Sila ke-5 pada pancasila
Mungkin penjelasannya kurang lebih adalah sebagai berikut:
Setiap manusia berhak untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya masing-masing.

2. 5 Wujud keadilan sosial yang terperinci dalam perbuatan.
1. Sikap suka bekerja keras.
2. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan.
3. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat.
4. kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
5. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

3. 8 Jalur pemerataan yang merupakan asas keadilan

1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan perumahan.
2. Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3. Pemerataan pembagian pendapatan
4. Pemerataan kesempatan kerja.
5. Pemerataan kesempatan berusaha.
6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan,
7. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh tanah air.
8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.


4. Macam-macam keadilan
1. Keadilan Legal atau Keadilan Moral

Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara balk

Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian. Misalnya, seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, atau seorang petugas pertanian mencampuri urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacauan.

2. Keadilan Distributif

Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Budi bekerja selama 30 hari sedangkan Doni bekerja 15 hari. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Budi menerima Rp.100.000,- maka Doni harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil dan melenceng dari asas keadilan.

3. Keadilan Komutatif

Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

C. Kejujuran
1.Pengertian Kejujuran
Kata jujur adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sikap seseorang. Bila seseorang berhadapan dengan suatu atau fenomena maka seseorang itu akan memperoleh  gambaran tentang  sesuatu  atau fenomena tersebut. Bila seseorang  itu  menceritakan informasi tentang  gambaran  tersebut kepada orang lain tanpa ada “perubahan” (sesuai dengan realitasnya ) maka sikap yang seperti itulah yang disebut dengan jujur.

Kejujuran merupakan bagian dari sifat positif manusia. Kejujuran adalah bagian dari harga diri yang harus dijaga karena  bernilai tinggi. Kehilangan uang bisa dicari lagi, tapi kehilangan kejujuran di mana harus dicari? 

Jujur itu mahal harganya, orang merusak kejujuran sangsinya akan berat dan berlangsung lama. Kejujuran diikat dengan hati nurani manusia, dan keduanya itu merupakan anugerah dari Allah Swt. Dua eleman ini saling keterkaitan. 

Ketika ucapan tak sesuai dengan kenyataan, hati menjadi risau karena ucapan dirasa tak jujur. Jujur memang indah, sikap jujur membuat hidup kita lebih tentram tanpa ada tekanan dari luar maupun dari batin kita sendiri. 

Coba bayangkan ketika kejujuran dinafikkan pasti hidup kita tak pernah tenang. Kebohongan pertama pasti harus ditutup dengan kebohongan kedua dan seterusnya. Yang pasti kebohongan itu sangat melelahkan dan membebani hati nurani, hidup tak nyaman dan diselubungi rasa was-was. 

Pendapat pribadi:
Ya, sebagaimana yang telah dijelaskan dari definisi di atas. Bahwa jujur itu adalah sikap dari seseorang, apakah orang itu selalu berkata tentang kebenaran atau sebaliknya. Sebenarnya definisi jujur itu bisa kita dapatkan dari diri kita sendiri. Apakah kita termasuk orang yang menjauhi perkataan yang tidak benar atau orang yang selalu menyatakan keadaan yang sesungguhnya ?


2. Hakekat Kejujuran
Pada hakekatnya kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi.

Hakikat  kejujuran itu sendiri yaitu dilakukannya dari hati nuraninya bahwa pentingnya suatu kejujuran untuk hidup karena jika tidak jujur merasa dirinya akan melakukan suatu kesalahan yang membuat dirinya tidak nyaman  dan kejujuran terdapat pada setiap diri manusia dan hanya orang tersebut dan Tuhan yang tahu akan perbuatan seseorang dapat dikatakan jujur atau tidak

D. Kecurangan
1. Pengertian kecurangan

Kecurangan adalah istilah umum, mencakup berbagai ragam alat yang kecerdikan manusia dapat direncanakan, dilakukan oleh seseorang individual, untuk memperoleh manfaat terhadap pihak lain dengan penyajian yang palsu. Tidak ada aturan yang tetap dan tanpa kecuali dapat ditetapkan sebagai dalil umum dalam mendefinisi kecurangan karena kecurangan mencakup kekagetan, akal muslihat, kelicikan dan cara-cara yang tidak layak/wajar untuk menipu orang lain. Batasan satu-satunya mendefinisikan kecurangan adalah apa yang membatasi sifat serakah manusia".

2. Sebab orang melakukan kecurangan
Bermacam macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.

E. Pemulihan nama baik
1. Pengertian nama baik

Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya.

2. Hakekat pemulihan nama baik
Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf.

F. Pembalasan
1. Pengertian pembalasan

Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.

2. Penyebab Pembalasan

Pembalasan terjadi karena adanya sesuatu kesalahpahaman atau tindakan yang seharusnya tidak dilakukan, maka antara satu kubu dengan kubu yang lain menimbulkan rasa dendam yang sama dengan perlakuan yang sejenis

3. Contoh pembalasan

Dalam suatu pekerjaan adanya rasa saling kecemburuan antar karyawan yang dimana hal itu secara tidak langsung mengambil objek yang di kerjakan, maka dari semua itu akan timbul di dalam dirinya yang hanya mementingkan objek itu sendiri, artinya suatu pembalasan terjadi karena adanya seorang yang memulai secara curang/licik, maka pihak yang bersangkutan akan memulai pembalasannya dari apa yang sudah di ambil.

II Manusia dan Pandangan Hidup

A. Pengertian pandangan hidup & ideologi
1. Definisi pandangan hidup

Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

2. Macam-macam sumber pandangan hidup

Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

a. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak Kebenarannya.
b. Pandangan hidup yang bempa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
c. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

3. Definisi Ideologi

Pengertian Ideologi adalah gabungan antara pandangan hidup yang meruupakan yang merupakan nilai –nilai yang telah mengkristal dari suatu bangsa serta Dasar Negara yang memiliki nilai-nilai falsafah yang menjadi pedoman hidup suatu bangsa, selain itu, Idiologi adalah merupakan hasil reflesi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya.

4. Sebutkan dan jelaskan 2 Hak Ideologi

Ideologi terbagi menjadi 2, yaitu Ideologi Terbuka dan Tertutup. Berikut penjelasannya :

Ideologi Terbuka, merupakan pemikiran yang dimiliki oleh seluruh rakyat yang tidak ada pemaksaan dalam memilih dan bersifat musyawarah. Ideologi ini sangat bagus karena mengambil kesimpulan dari suatu masalah dengan cara mengumpulkan suara terbanyak, dan dapat bersifat adil bagi seluruh rakyat.

Ideologi Tertutup, ideologi ini bersifat totaliter yang banyak menuntut suatu keputusan sehingga rakyat wajib taat kepada penguasa yang memiliki paham ideologi tersebut. Ideologi ini digunakan sewaktu zaman penjajahan yang bersifat  memaksa.

B. Cita-cita
1. Pengertian Cita-cita

Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. 

Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. 

Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepas diri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu. Cita cita adalah keinginan yang ada dalam hati seseorang

2. Menuliskan 1 contoh cita-cita
Saya ingin pergi ke Jepang dengan usaha saya sendiri, banyak hal yang ingin saya lakukan disana.. hehe

C. Kebajikan
1. Pengertian Kebajikan

Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Makna kebajikan Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral.

2. Faktor yang menentukan tingkah laku seseorang

Faktor Biologis

Faktor biologis terlibat dalam seluruh kegiatan manusia, bahkan berpadu dengan faktor-faktor sosiopsikologis. Menurut Wilson, perilaku sosial dibimbing oleh aturan-aturan yang sudah diprogram secara genetis dalam jiwa manusia.

Faktor Sosiopsikologis
Kita dapat mengkalsifikasikannya ke dalam tiga komponen :

Komponen Afektif merupakan aspek emosional dari faktor sosiopsikologis, didahulukan karena erat kaitannya dengan pembicaraan sebelumnya. Komponen Kognitif Aspek intelektual yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia. Komponen Konatif Aspek volisional, yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak.

Adapun beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang yaitu Faktor genetik atau keturunan merupakan konsepsi dasar atau modal untuk kelanjutan perkembangan perilaku makhluk hidup itu. Faktor genetik berasal dari dalam diri individu (endogen), antara lain:

Jenis Ras

Setiap ras di dunia memiliki perilaku yang spesifik saling berbeda satu dengan yang lainnya. Tiga kelompok ras terbesar, yaitu:

-      Ras kulit putih atau ras Kaukasia.
-      Ras kulit hitam atau ras Negroid.

Jenis Kelamin

Perbedaan perilaku pria dan wanita dapat dilihat dari cara berpakaian dan melakukan pekerjaan sehari-hari, pria berperilaku atas dasar pertimbangan rasional atau akal, sedangkan wanita atas dasar pertimbangan emosional atau perasaan. Perilaku pada pria di sebut maskulin sedangkan perilaku wanita di sebut feminism.

Sifat Fisik

Kalau kita amati perilaku individu berbeda-beda karena sifat fisiknya, misalnya perilaku individu yang pendek dan gemuk berbeda dengan individu yang memiliki fisik tinggi kurus.

Sifat Kepribadian

Salah satu pengertian kepribadian yang dikemukakan oleh Maramis (1999) adalah : “keseluruhan pola pikiran, perasaan dan perilaku yang sering digunakan oleh seseorang dalam usaha adaptasi yang terus menerus terhadap hidupnya”.

Bakat Pembawaan

Bakat menurut Notoatmodjo (1997) yang mengutip pendapat William B. Micheel (1960) adalah : “kemampuan individu untuk melakukan sesuatu yang sedikit sekali bergantung pada latihan mengenal hal tersebut”. Bakat merupakan interaksi dari faktor genetik dan lingkungan serta bergantung pada adanya kesempatan untuk pengembangan.

Intelegensi

Menurut Terman intelegensi adalah : “kemampuan untuk berfikir abstrak” (Sukardi, 1997). Sedangkan Ebbieghous mendefenisikan intelegensi adalah : “kemampuan untuk membuat kombinasi” (Notoatmodjo, 1997). Dari batasan terebut dapat dikatakan bahwa intelegensi sangat berpengaruh terhadap perilaku individu.

D. Usaha/ Perjuangan

1. Pengertian Usaha

Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan, perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan manusia tak dapat hidup sempurna. Apabila manusia ingin menjadi kaya, ia harus kerja keras.

2. Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik

Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik

1.Mengenal : Kodrat manusia dan tahap hidup pertama dari setiap individu
2.Mengerti  : Mengerti tentang pandangan hidup
3.Menghayati  : nilai-nilai yang terkandung dalam pandangan hidup dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan tentang pandangan hidup
4.Meyakini : hal yang cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya
5.Mengabdi : hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu
6.Mengamankan  : Langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh

III Manusia dan Tanggung Jawab

A. Pengertian Tanggunng Jawab

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Pendapat pribadi:
Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.

B. Jenis-jenis Tanggung jawab

1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.

2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.

4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya.

5. Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab

C. Pengertian Pengabdian

 Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga, sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan, dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.

D. Macam-macam pengabdian

Pengabdian bermacam-macam bentuknya. Yang paling dasar adalah pengabdian kepada keluarga, kepada Tuhan, dan kepada negara. Pengabdian kepada keluarga, bisa dilakukan dengan menjaga nama baik keluarga, dan tidak melanggar norma dan akidah yang berlaku. Menjaga nama baik bisa dilakukan dengan tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan, mensejahterakan keluarga, dan banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan sikap mengabdi.

E. Contoh pengabdian dalam kehidupan sehari-hari

Misalnya saja, saya nanti ingin menjadi dosen gunadarma, bearti saya telah mengabdikan diri saya untuk membangun lingkungan yang cerdas bersama universitas gunadarma. Disini saya juga telah mengabdikan diri saya untuk menjadi pengajar.

F. Pengertian Pengorbanan

Pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian, dengan penuh rasa ikhlas dan tidak mengandung pamrih. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Jika ada pengabdian, maka ada pengorbanan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu. 

G. Macam-macam Pengorbanan

Bila dilihat banyak sekali jenis pengorbanan, seperti :
1.  Pengorbanan harta benda
2.  Pengorbanan pikiran
3.   Pengorbanan perasaan
4.  Pengorbanan tenaga
5.  Pengorbanan ayah tehadap anaknya
6.  Pengorbanan ibu kepada anaknya
7.  Pengorbanan seorang pejuang terhadap negaranya
8.  Pengorbanan seorang umat kepada agamanya
9.  Pengorbanan seorang laki-laki terhadap kekasihmya


H. Akibat dari pengorbanan

Akibat yang di timbulkan dari sebuah pengorbanan adalah sautu hasil yang di harapkan seseorang setelah melakukan hal yang mulia. Hasil ini biasanya bersifat positif dan membuat orang merasa hutang budi kepada orang yang berkorban. Hutang budi ini biasanya sulit untuk di lupakan seseorang dan akan selalu teringat pengorbanan oarang yang berkorban.

I. Contoh pengorbanan

Saya ambil contoh pada nomer 9 diatas,  pengorbanan seorang laki-laki terhadap kekasihmya. Hal ini bisa banyak bentuknya, misal meolong setiap masalah yang dihadapi sang wanita dengan tulus semata-mata sebagai wujud pengorbanan mencintai dirinya. :D


Referensi:
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.com/2012/11/manusia-dan-tanggung-jawab.html
http://addressgimanamaksudnya.wordpress.com/2012/12/27/tugas-ibdbab-9/
http://bhame-mp7.blogspot.com/2012/06/tugas-ibd-bab-6manusia-dan-keadilan.html
http://sahat1ka43.blogspot.com/2012/07/pandangan-hidup-dan-ideologi.html
http://rausan21.blogspot.com/2012/04/pengertian-kejujuran.html
http://sanwanidjoyo.blogspot.com/2012/06/langkah-berpandangan-hidup-yang-baik.html

               







Minggu, 04 Mei 2014

TUGAS_IBD_2

I. Manusia & Cinta Kasih

1. Pengertian Cinta kasih

a. Definisi Cinta Kasih

Pernahkah  terlintas sebuah pertanyaan “apakah ini yang dinamakan cinta?

Tapi tau ga sih cinta itu apa?

Cinta seringkali membuat hati menjadi galau. Antara bahagia, senang, sehingga hati terasa berbunga-bunga haha..

Banyak yang mengatakan bahwa cinta tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata namun hanya bisa dirasakan

Tapi faktanya, kenapa banyak orang berteori tentang cinta? Dan cukup banyak yang belajar bagaimana mengungkapkan cinta.

Bahkan ada yang rela mati karna cinta,

Ada yang kerap kali merasa sedih 

ketika yang dirasakan memang  benar cinta, tapi tak bisa ia ungkapkan tentang apa yang sedang hatinya rasakan..

Yang saya ketahui cinta mampu membuat hidup kita menjadi penuh warna, penuh kasih sayang, pengertian, kelembutan, kebahagiaan, mampu membangkitkan gairah hidup dalam semangat pencapaian puncak kepuasan hati itu sendiri.

Ada juga yang mengatakan cinta yang baik akan membawa kita ke kehidupan penuh kebahagiaan

namun cinta yang buruk  akan berdampak buruk pula terhadap hati maupun kehidupan kita.

sebenarnya cinta itu sederhana. Cukup kita rasakan dan merealisasikan dengan benar dalam kehidupan kita. dan berikan untuk orang-orang disekeliling kita..haha

Oke untuk mengenal lebih baik cinta, mari kita pahami pengertian cinta itu sendiri

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.

Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehinga kata kasih memperkuat rasa cinta.

Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.

Lalu yang seperti apakah cinta sejati itu?

Cinta sejati mengerti apa-apa yang tak bisa dikatakan, mendengar apa yang tak bisa diucapkan.

Cinta sejati muncul seiring berjalannya waktu yang mereka lewati bersama dalam suka dan duka.Karna cinta sejati tak dapat diukur hanya dengan sebuah ungkapan sayang.Cinta sejati tak akan disebut sebagai cinta sejati kecuali kita sendiri yang mensejatikan cinta itu sendiri.

Cinta sejati tak hanya akan tersenyum ketika berjumpa, namun ia akan terharu hingga tak terasa menitikkan air mata kebahagiaan.

Cinta sejati rela berkorban untuk kebahagiaan pujaan hatinya, namun ia akan tetap tersenyum untuknya  meski hatinya hancur berkeping-keping.

Cinta sejati  memiliki hati yang bijak tak hanya otak cerdas, ia tidak hanya mencintai pasangannya namun juga menghormatinya .

Cinta sejati  tak hanya menghibur pasangannya dikala sedih namun juga  menangis dalam do’a untuknya.

Cinta sejati tak akan pernah pergi , karna ia senantiasa besemayam dihati. Menjaga segenap perasaan cinta yang telah dipercayakan padanya.

Cinta sejati sama halnya sepasang sepatu, meski berbeda kanan-kiri mereka akan tetap berjalan satu tujuan (kebahagiaan). Jika hilang salah satu dari mereka…maka tak adalah arti dari ia yang tinggal sebelah saja(sendiri).

Cinta sejati tidak akan memandang kekurangan pasangannya sebagai kelemahan, keburukan  tetapi sebagai sebuah keindahan.

Dari banyak definisi mengenai cinta, saya mencoba membuat suatu kesimpulan.
Cinta melibatkan perasaan dua orang (lawan jenis), jika kehadiran cinta itu bersifat dua arah akan terbentuk suatu usaha yang kuat untuk membahagiakan satu sama lainnya.. hehe

b. Tiga Unsur Cinta

Dr.Sarwito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu

1. Ketertarikan
adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia,


2. Keintiman
adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.makan sepiring berdua

3. Kemesraan
rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.

Menurut saya, minimal yang namanya cinta setidak-tidaknya memang mengandung tiga hal ini jika lebih dari tiga mungkin cinta itu bias tumbuh  menjadi lebih baik lagi.

c. Sebutkan 3 unsur cinta




Hal ini akan melibatkan keterikatan, keintiman, dan kemesraan.
Elemen emosi yang di dalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan dan keinginan untuk membina hubungan.

ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman.

Cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterikatannya yang kurang. Cinta seperti itu dinamakan cinta yang pincang, karena garis-garis unsur cintanya tidak membuat segitiga sama sisi.

Menurut saya, akan ada 9 kombinasi dari 3 unsur ini (keterikatan, keintiman, kemesraan).

  
3 Unsur dalam Segitiga Cinta




Pertama, Intimasi. Intimasi adalah aspek emosi dari cinta. Intimasi pada awal hubungan tumbuh dengan baik, tapi kalau tidak dirawat bisa menurun ke titik nol. Bila relasi dan komunikasi tidak bertumbuh dengan baik intimasi menjadi mati.

Dari poin ini saya berpikir, dibanding mendapatkan cinta akan lebih sulit untuk menjaga cinta tersebut, karena syarat suatu hubungan agar tetap berjalan baik kita harus melibatkan keseimbangan aspek emosi dan cinta jangan sampai terus berkurang hingga nol.

Kedua, Passion atau gairah. Ini adalah sisi motivasi dari segitiga cinta itu. Sisi gairah ini punya peranan penting bagi perkembangan fisiologis dan keinginan yang kuat untuk bersatu dengan yang dicintai. Pada mulanya passion bertumbuh cepat dan sangat kuat, sampai tidak lama kemudian passion ini jadi kebiasaan.

Dari poin ini saya berpikir, bahwa rasa jenuh karena pembiasaan itu pasti datang. Yan terpenting adalah bagaimana cara merefresh hal tersebut, agar suatu hubungan tidak membosankan nantinya.

Passion punya segi motivasi yang berkekuatan positif. Inilah yang memikat anda kepada seseorang. Ini cepat berkembang dan bisa juga cepat mati. Sisi negatifnya adalah jika hubungan sudah saling menyakitkan maka daya tarik tadi lama kelamaan memudar.

Ketiga, sisi komitmen. Ini merupakan sisi kognitif dari cinta. Komitmen adalah tekad untuk memelihara cinta. Komitmen ini bertumbuh mulai dari taraf nol saat pertama kali bertemu dengan yang dicintai, dan bertumbuh ketika semakin saling mengenal satu dengan lainnya. Kuncinya saling mengenal dan menghargai. Bila relasi melemah maka komitmen juga cenderung melemah.

Dari poin ini saya berpikir, mengenai komitmen itu balik ke kedua belah pihak tidak bias hanya di satu sisi saja. Keduanya harus merasakan dan berpikir yang sama mengenai komitmen ini.

d. Tingkatan Cinta

Cinta mempunyai yiga tingkatan yaitu :

Cinta kepada Tuhan pemilik alam semesta ini, karena tanpa Kuasa dan AnugerahNya, kita tidak akan ada di bumi ini.

Menurut saya, ini bentuk cinta yang paling tinggi.

Cinta kepada kedua orang tua yang senantiasa menjaga anaknya dari sebelum lahir hingga saat ini serta perjuangan yang senantiasa mengandung anaknya selama 9 bulan dalam perutnya dan mempertaruhkan nyawanya.

Menurut saya, ini bentuk cinta dalam suatu hubungan kekeluargaan (satu darah).

Cinta terhadap teman maupun teman spesial dalam hidup kita. Cinta sebenarnya tidak memiliki bentuk, melainkan cinta adalah ungkapan dari hati seseorang kepada seseorang yang ia sayangi maupun kasihi.

Ini merupakan bentuk cinta yang lebih luas, karena berada di lingkup luar seperti pertemanan.

II Cinta Menurut Ajaran Agama

a. Berbagai Bentuk Cinta

Cinta Kepada Allah : Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spritual ialah cintanya kepada allah dan kerinduannya kepada-Nya.

Cinta Kepada Rosul : Cinta kepada rosul yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena rosul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagi sifat luhur lainnya.

Cinta Diri : Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mangaktualisasikan diri.

Cinta Kepada Sesama Manusia : Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan  cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain.

Cinta Seksual : Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasihsayang, keserasian, dan kerja sama antar suami dan isstri. Ia merupakan faktor primer bagi kelangsungan hidup keluarga.

Cinta Kebapakan : Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya.

b. Ayat-Ayat Dalam Kitab Suci Tentang Cinta

Cinta Kepada Allah : Katakanlah : Jika memang kamu cinta kepada Allah, maka turutkanlah aku, niscaya cinta pula Allah kepada kamu dan akan diampuniNya dosa-dosa kamu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang. (Qs. Ali -Imran 3:31)

Cinta Kepada Rasul : Katakanlah : Hendaklah kamu taat kepada Allah dan Rasul. Tetapi jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir. (Qs. Ali-imran 3 :34)

Cinta Kepada Orang Tua : "Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan kepada_Nya dan hendaklah berbuat baik kepada orang tuanya dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu maka janganlah katakan kepada keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak keduanya. Katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, 'Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil". (Q.s Al-Isra[17]:23-24)

Cinta Kepada Suami/Istri dan Keluarga : Dan diantara tanda-tanda kekuasaan_nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada  yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Qs. Ar-Rum 30:21)

c. Pengertian Kasih Sayang
Kasih sayang adalah rasa peduli terhadap apa yang disayangi. Contohnya adalah satu pasangan yang paling saling mencintai dan menimbulkan rasa ketergantungan antara satu sama lainnya. hal tersebutlah yang dinamakan cinta. Jadi cinta berawal dari kasih sayang.

Menurut saya, cinta dan kasih saying tidak bisa dipisahkan melainkan satu paket utuh.

d. Macam-Macam Cinta Kasih dari Ortu
Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaiknya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :

1.      Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materiil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anaknya menerima saja, mengiyakan, tanpa memberikan respon

2.   Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang di perbuat si anak.


3.      Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Disini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri- sendiri, tanpa saling memperhatikan.

Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu. Orang tua hanya memenuhi dari hal materi saja.

4.      Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih saying dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling menghargai, dan saling membutuhkan.

III.   Kemesraam, Pemujaan, dan Belas Kasih

Pengertian Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.

Menurut saya, pada real-nya mungkin seperti pegangan tangan, atau bentuk perhatian yang ditunjukan di depan umum, dan hal itu menciptakan bentuk kemesraan yang dapat dirasakan oleh pasangan dan orang disekitarnya.

b. Menuliskan Puisi Tentang Kemesraan

aku ingin tau apa yang kurasakan  dalam hatiku..
ku buka lagi kenangan itu agar dapat terdengar lagi..

perasaanku yang tidak dapat tersembuhkan, sengaja kusembunyikan dibalik raut wajahku ini..

kamu akan terkejut saat ku berusaha menjadi kekasihmu..

memang tak satupun yang dapat kupahami..
ingin ku ketahui suatu hal penting yang sampai saat ini tak kusadari..

selalu tertekan setiap kali ingin mencari tau lebih dalam arti dirimu di hatiku..

penuh dengan perasaan yang meluap-luap..
ku'kan mengukur rasa cinta yang kurasakan saat ini..

apa kamu mengerti maksudnya?
cinta sejati?

bagaimanapun, jawabannya masih terasa samar..

aku memang bodoh


Pengertian Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu manisfestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.

Pengertian Belas Kasih

Belas kasihan adalah emosi manusia yang muncul akibat melihat penderitaan orang lain. Rasa belas kasihan membuat orang-orang merasa iba sehingga ingin menolong atau memberikan sesuatu yang bisa membahagiakan atau meringankan beban orang-orang yang mengalami kesulitan atau musibah.

Belas kasihan juga dilandaskan dengan rasa kasih sayang sesama manusia. Jadi sesama umat manusia kita harus saling tolong menolong untuk meringkankan beban setiap orang yang mengalami kesulitan. Sehingga setiap orang dapat merasakan kebahagiaan.

Jadi, opini saya mengenai hal ini :
Belas kasih hanya akan muncul jika ada dorongan dari lubuk hati atas dasar simpati atau empati yang akhirnya memunculkan pikiran untuk meringankan penderitaan/kesulitan tersebut.

Cara-cara Menumpahkan Belas Kasih

Yang perlu kita kasihani antara lain :

Yatim piatu
Orang-orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris
Pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja
Orang sakit di rumah sakit
Orang cacat
Masyarakat kita yang hidup menderita dan sebagainya.

Karena pada dasarnya tidak semua orang harus dikasihani, kita harus lebih selektif mana yang benar-benar membutuhkan.

Orang-orang umumnya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan. Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi.

B. Manusia Dan Keindahan

a. Pengertian Keindahan
     Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan sengan sesuatu ynag berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk.

Menurut saya, indah itu bearti mengandung unsur estetika baik enak dipandanng atau suatu hal yang mengagumkan sekali.

b. Nilai Estetika
    Dalam Rangka teori umum tentang nilai, The Liang Gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.

c. Perbedaan Nilai Ekstrinsik dengan Nilai Instrinsik
    Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory. value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

d. Definisi Kontemplasi & Ekstansi
    Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah.

e. Teori-Teori Dalam Renungan

Teori Pengungkapan : Dalil teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" (seni adalh suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.

Teori Metafisik : Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.

Teori Psikologis : Sebagian ahli estetik dalam abad modern menelah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seorang seniman. Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Sebuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis ialah teori penandaan (signifacation Theory) yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia.

f. Teori Keserasian

Teori Obyektif dan Teori Subyektif : The Liang gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektif dan teori subyektif. Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Teori subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda.

Teori Perimbangan : Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian).

B. Manusia dan Penderitaan

I. Pengertian Penderitaan

a. Hubungan antara penderitaan dan perjuangan :

Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan yang bersifat kodrati yang sudah menjadi konsekuensi hidup manusia. Karena terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. 

Sehingga manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap sebagai rangkaian penderitaan, melainkan optimis, berusaha mengatasi kesulitan hidup.  Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya yaitu berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusi hanya merencanakan dan tuhan yang menentukan.

b. Sebab-Sebab Timbulnya Penderitaan :

Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia. Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. 

Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Penderitaan manuisa dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat berupa usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

c. Pengaruh Penderitaan dalam Kehidupan Seseorang :

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia. 

Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya sebagian dari kehidupan.

d. Contoh Penderitaan

Di bawah ini adalah beberapa contoh penderitaan yang mungkin sering kita lihat di lingkungan kita :

1. Pemutusan Hak Kerja
2. Kehilangan Orang Tua
3. Kemiskinan
4. Bencana

II Pengertian Siksaan

a. Pengertian Siksaan

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.

b. Menjelaskan Tentang Phobia

Phobia adalah rasa takut yang tidak masuk akal, atau yang ditakuti tidak seimbang dengan ketakutan, penderita tidak tahu mengapa takut dan tidak dapat menghindari rasa takut itu.

Phobia ini terbagi menjadi 3 kategori, yaitu:

1. Phobia Khusus : Ketakutan terhadap obyek atau aktivitas tertentu.
2. Phobia Sosial : Ketakutan terhadap penilaian orang lain.
3. Agoraphobia : Rasa takut berada di tempat terbuka atau pusat keramaian.

c. Sebutkan Siksaan yang Bersifat Psikis

Siksaan yang sifatnya psikis misalnya :
 1. Kebimbangan
 2. Kesepian
 3. Ketakutan

d. Penyebab Seseorang Merasa Ketakutan

Penyebab seseorang merasa ketakutan bisa disebabkan oleh timbulnya kesan mengerikan dan sangat menakutkan dari sesuatu yang selalu terbayang-bayang ketika ia merasa takut. Ketakutan juga bisa timbul akibat trauma akan kejadian masa lalu yang tidak di inginkan terjadi namun terjadi pada dirinya ataupun kepada orang-orang terdekat yang dia sayangi, lalu ketakutan itu pun muncul dengan sendirinya sehingga dia tidak ingin melihat kejadia tersebut terjadi untuk yang kedua kalinya.

III Kekalutan Mental

a.       Pengertian Kekalutan Mental

Penderitaan batin dalam ilmu psikologis dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan  yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.

b. Gejala-Gejala Kekalutan Mental

1. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung

2. Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.

c. Tahapan Gangguan Jiwa

1. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.

2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari.

Daftar pustaka

http://pingkancahya.wordpress.com/2013/10/15/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-cinta-kasih/
http://www.yaminsetiawan.com/cgi-bin/click.pl?id=tulisan07&url=/tulisan/tulisan07.html
http://jennoamran.blogspot.com/2012/03/manusia-dan-cinta-kasih.html

http://ariefksmwrdn.blogspot.com/2013/10/cinta-kasih-manusia-menurut-agama-dan.html
http://hadi27.wordpress.com/rangkuman-manusia-dan-keindahan-serta-manusia-dan-penderitaan/
http://genna-destroyeverything.blogspot.com/2011/06/penderitaan-dan-perjuangan.html      
http://dewaruci2.wordpress.com/2011/06/29/contoh-contoh-penderitaan/
http://ade-firdiyantoro.blogspot.com/2011/05/penyebab-seseorang-merasa-ketakutan.html
http://kevin-denianri.blogspot.com/2011/06/penyebab-seseorang-merasa-ketakutan.html

http://limitationeye.wordpress.com/2012/04/24/3-unsur-tentang-cinta/
https://raditaryo.wordpress.com/2013/03/26/pengertian-cinta-kasih/

http://cinta009.blogspot.com/2013/07/makna-arti-cinta-sejati-yang-sesungguhnya.html